Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim YogYakarta, Mewujudkan Generasi Mu’min, Mu’allim, Mubaligh, Mujahid yang Mukhlis
Home » , » Latihan Dasar Kepemimpinan 2013

Latihan Dasar Kepemimpinan 2013

Diterbitkan oleh: Ibnul Qoyyim Jogjakarta pada Minggu, 24 November 2013 | 21.57

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
              

                Ibnul Qoyyim?
                Pemimpin Dunia, Akhirat Surga!
               
                Begitulah serentak teriakan para santri Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta yang sedang asyik mengikuti LDK  atau lebih dikenal dengan Latihan Dasar Kepemimpinan yang bertempat di Griya Asri milik Bapak Sunardi di daerah Kaliurang, Yogyakarta dengan para peserta diambil dari kelas IV dan V KMI.
                Kenapa hanya dari kelas IV dan V? Karena menurut Ustadz Bayu, selaku panitia, tujuan utama acara ini adalah melatih kemampuan santri dalam bidang kepemimpinan terutama yang sedang atau akan menjadi pengurus OSIQ (Organisasi Santri Ibnul Qoyyim).
                Dalam sambutannya, direktur sekaligus pimpinan Pondok Pesantern Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta, Ustadz Rohadi Agus Salim berharap agar pelatihan ini mampu membentuk santri yang punya jiwa kepemimpinan yang kuat. Kuat bukan hanya dhohir saja tapi juga bathin. Beliau juga menambahkan, kalau bukan ummat Islam yang memimpin dunia, siapa lagi?
                LDK ini dilaksanakan 2 hari yaitu Kamis sampai Jumat tanggal 21-22 november 2013. Dengan trainer yang didatangkan langsung dari JAN Training Team yang berjumlah 5 orang. Mereka adalah pak Didit, pak Jalal, pak Adi, pak Irfan, serta pak Denis.    Tentang JAN, JAN sendiri sebenarnya bukanlah sebuah akromim, melainkan sebuah penggalan kata dari JAN-NAH yang artinya surga. Dan Nah adalah nama buletin yang diterbitkan JAN. Menurut pak Denis, dinamakan seperti itu, karena JAN berharap siapapun yang pernah ikut pelatihan bersama mereka suatu saat dapat reuni akbar di surga Firdaus.
                Selain kelima orang tadi, Jan juga menghadirkan khusus 2 orang trainer lagi. Mereka adalah Arif Jatmiko dan Fatan Ariful 'Ulum. Perlu diketahui bahwa pak Denis dan pak Fatan telah telah menulis beberapa buku, diantaranya yang terkenal adalah "Bikin Belajar Selezat Coklat".
                Pelatihan pada hari pertama dilakukan di pendopo di samping Griya. Karena dikelilingi oleh taman yang cukup luas dan berada pada lereng Merapi, maka para peserta dapat merasakan seolah sedang belajar dialam bebas serta menikmati udara gunung yang bersih sejuk serta suasana tenang jauh dari kebisingan kota.
~ ~ ~
                Ada beberapa sesi dalam pelatihan ini. Mulai dari pemberian Motivasi dan pembuatan peraturan yang tertera dalam "Kontrak Belajar", berlatih merembugkan apa saja tugas dan sifat yang harus dimiliki pemimpin, yang kemudian setiap kelompok mengutus seseorang untuk presentasi, ada juga ice breaking oleh pak Adi yang berisi permainan sederhana namun seru dan mengundang tawa, dan yang paling tak mudah dilupakan adalah saat pak Fatan yang merupakan pimpinan JAN memberi materi di sesi terakhir pada hari pertama. Walaupun hari sudah mulai malam, saat mendengar pak Fatan berbicara didepan perasaan kantuk seolah enggan menyerang. Karena apa yang disampaikan pak Fatan kadang diselingi celotehan yang kerap mengundang tawa.  Pak Fatan mengajak para peserta untuk memahami dan sedikit berbagi pikiran tentang contoh pemimpin yang amat patut diteladani, dialah Nabi Muhammad  SAW.
                Selain beragam materi diberikan, tak lupa ada juga permainan yang melatih konsentrasi. Seperti ketepatan menebak dengan benar berapa jari yang ditunjukkan oleh sang trainer dan banyak lainnya. Karena melatih konsentrasi, game ini butuh kepekaan baik dalam mendengar, melihat maupun menentukan jawaban.
~ ~ ~
                Dihari kedua para peserta tak lagi duduk manis dan mendengarkan, namun dituntut untuk terjun langsung ke lapangan. Hari kedua ada outbond, menurut pak Denis, outbond JAN tak sekedar outbond biasa. Karena apa yang akan terjadi disana mirip dengan sebuah miniatur kehidupan, seperti bagaimana seseorang dituntut untuk bisa saling mengerti, tak egois, sabar, mau mendengar dan lain-lainya.
                Dimulai sekitar jam 5 pagi dengan pemanasan pak denis memberikan perintah agak aneh, yaitu tiap peserta bergiliran menghitung 1 -8 dengan bahasa apa saja dan tak boleh sama. Ini benar-benar memancing peserta untuk berpikir kreatif. Dan benar saja, saat ada peserta yang menghitung dengan bahasa agak nyeleneh ledakan tawa tak bisa dihentikan.
                Sebelum pemanasan berakhir diadakan pembetukan tim, yang nantinya akan saling bersaing memperebutkan nilai pada game outbond. Karena total peserta adalah 44 orang, dibentuklah 4 tim dengan 11 anggota pada tiap-tiapnya.  4 tim itu adalah Peminang Bidadari Surga, AMIQ, Barbarosa, dan Bolang Hijrah.
~ ~ ~
                Game pertama dengan nama Balap Jamu, setiap tim diharuskan memindahkan cairan jamu dari botol satu ke lainnya dengan syarat hanya boleh menggunakan alat berupa sedotan saja. Karena jamu jelas terasa pahitnya, apalagi ramuan jamu itu adalah sambiroto, para peserta memang tak merasakan pahit saat memindahkan, tapi setelah itu..(hihihi), mereka langsung memuntahkannya berjamaah.
                Selain tadi, masih ada 4 game lain yaitu Human Tower (membuat menara dari manusia untuk mengikatkan slayer pada ranting pohon, makin tinggi makin banyak nilai didapat), Balon Train (membuat barisan dengan balon diapitkan pada dada diantara aggota tim dan tiap tim harus mampu berjalan sampai target yang telah ditentukan dengan syarat tangan tak boleh ikut membantu), Cross River (setiap tim diharuskan mampu menyebrangkan seluruh anggotanya dengan hanya menggunakan alat bantuan yang minim), dan Spider Web (kalo yang Croos River tadi menyebrangkan maka dalam permainan ini setiap tim harus memindahkan tiap anggota timnya dari satu sisi kesisi lain yang dibatasi oleh "jaring laba", dengan syarat ketika memindahkan siapapun tak boleh menyentuh jaring itu).
~ ~ ~
                Kreatifitas, tak kenal lelah, berani ditunjukkan masing-masing tim untuk menyelesaikan tantangan yang ada. Mereka saling bersaing agar mampu meraih poin pahala terbanyak yang disediakan pada tiap tiap game. Dari empat tim itu AMIQ lah yang keluar sebagai pemenang, tim yang diketuai oleh Muhammad Ridhoillahi ini meraih 13 dari maksimal 14 poin yang bisa didapatkan.
                Permainan selesai pukul 11.00, karena hari itu adalah Jumat maka para pesrta segera berlekas untuk persiapan sholat. Usai sholat, ada satu sesi terakhir sebelum penutupan yang merupakan hal paling penting yang harus dilakukan, itu tak lain adalah pembahasan dan pencarian makna atas apa saja yang telah terjadi hampir 2 hari itu.
                "Kekompakan, pengorbanan, saling mengerti, mendengarkan perintah, saling percaya, komunikasi, peduli, tidak egois, ikhlas, itulah sebagian hal yang wajib dimiliki tiap orang ketika ingin membangun sebuah organisasi yang kuat" ujar pak Denis.
                Acara ini sendiri berakhir sore hari setelah Penutupan yang dilakukan ba'da Ashar.
"Acara ini amat bagus, menambah pengalaman juga wawasan, harus sering-sering dilakukan, hehehe", ujar salah seorang santri.
Kegiatan Pemberian Materi



Kegiatan Outing




















               
        

              
               

                Acara ini sendiri berakhir sore setelah Penutupan yang dilakukan ba'da Ashar. 
"Kekompakan, pengorbanan, saling mengerti, mendengarkan perintah, saling percaya, komunikasi, peduli, tidak egois, ikhlas, itulah sebagian hal yang wajib dimiliki tiap orang ketika ingin membangun sebuah organisasi yang kuat"
Redaksi/eM


Bagikan artikel :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Pengikut

STATISTIK

 
Support : TIM Redaksi Ibnul Qoyyim
Web: ibnulqoyyimyogyakarta.sch.id
Copyright © 2015. Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta - All Rights Reserved
Saran, kritik dan pertanyaan bisa dikirim ke Ibnulqoyyimjogjakarta@gmail.com