Selamat Datang di Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim YogYakarta, Mewujudkan Generasi Mu’min, Mu’allim, Mubaligh, Mujahid yang Mukhlis
Home » » Tim Basket Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra

Tim Basket Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra

Diterbitkan oleh: Ibnul Qoyyim Jogjakarta pada Rabu, 20 November 2013 | 16.03

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Basket,adalah salah satu cabang yang sudah banyak diminati oleh kalangan remaja diseluruh dunia,awal sejarah permainan basket yang diciptakan oleh  Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.

Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basketini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Permainan ini juga telah hadir di pondok pesantren ibnul qoyyim putra,dimana dari kalangan santri ikut berpartisipasi dalam cabang olah raga ini.Dengan segala kemampuan yang ada di imbangi dengan kinerja didik dari alumni pondok pesantren yang memilik bakat dan pengalaman dalam permainan basket,akhirnya tim basket  yang bernamakan Screacth dapat ikut berpartisipasi dalam segala bentuk kompetisi cabang bola basket.

 Tim Basket Ibnul Qoyyim yang sedang berlatih




 tak ada kata menyerah sebelum berhentinya keinginan dalam mewujudkan sebuah cita-cita

Bagikan artikel :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Pengikut

STATISTIK

 
Support : TIM Redaksi Ibnul Qoyyim
Web: ibnulqoyyimyogyakarta.sch.id
Copyright © 2015. Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Yogyakarta - All Rights Reserved
Saran, kritik dan pertanyaan bisa dikirim ke Ibnulqoyyimjogjakarta@gmail.com